"Fortis Fortuna Adiuvat."
Keberuntungan berpihak kepada mereka yang berani.

Kalimat sederhana itu bukan sekadar motto bagi Kak Ilham Febryan, tetapi menjadi prinsip hidup yang terus ia pegang dalam setiap langkah perjalanan. Di balik lahirnya Indonesian Youth Excursion Network (IYEN), ada kisah tentang keberanian seorang anak muda yang memilih untuk tidak hanya mengejar mimpinya sendiri, tetapi juga membuka jalan bagi ribuan anak muda Indonesia agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Banyak orang melihat IYEN sebagai organisasi yang menghadirkan program kepemimpinan, company visit, cultural exchange, hingga pengalaman nasional dan internasional. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa semua itu bermula dari sebuah pertanyaan sederhana:

"Bagaimana jika lebih banyak anak muda Indonesia memiliki akses untuk belajar, berjejaring, dan berkembang di luar ruang kelas?"

Pertanyaan itu kemudian berubah menjadi sebuah visi. Visi yang akhirnya melahirkan IYEN.

Sejak muda, Kak Ilham percaya bahwa pendidikan tidak berhenti di bangku sekolah atau universitas. Menurutnya, pengalaman, relasi, keberanian mencoba hal baru, dan kemauan untuk terus belajar adalah bagian penting dalam membentuk karakter seorang pemimpin.

Keyakinan tersebut juga tercermin dalam perjalanan pendidikannya. Dengan semangat belajar yang tinggi, Kak Ilham berhasil menyelesaikan studi Master of Economics. Baginya, gelar akademik bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia percaya bahwa ilmu akan kehilangan maknanya jika hanya disimpan untuk diri sendiri. Karena itu, selain aktif membangun berbagai program kepemudaan, Kak Ilham juga menyalurkan gagasan-gagasannya melalui dunia kepenulisan.

Sebagai seorang penulis, ia banyak membahas topik mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, produktivitas, kewirausahaan, hingga pentingnya keberanian dalam mengambil langkah pertama. Melalui setiap tulisan, ia berharap semakin banyak anak muda yang percaya bahwa mereka memiliki potensi untuk tumbuh dan menciptakan perubahan.

Namun perjalanan membangun IYEN tentu tidak selalu berjalan mulus.

Setiap organisasi besar pasti memiliki tantangan. Ada masa-masa ketika ide dianggap terlalu besar. Ada saat-saat ketika sumber daya masih sangat terbatas. Ada pula berbagai kegagalan yang justru menjadi guru terbaik dalam perjalanan.

Alih-alih menyerah, Kak Ilham memilih untuk terus belajar, memperbaiki, dan melangkah.

Baginya, keberhasilan bukanlah hasil dari satu keputusan besar, melainkan akumulasi dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Dari semangat itulah IYEN terus berkembang.

Sedikit demi sedikit, semakin banyak anak muda yang bergabung. Program demi program mulai terlaksana. Kolaborasi dengan berbagai institusi, komunitas, kampus, sekolah, perusahaan, hingga mitra internasional mulai terbangun.

Hari ini, IYEN telah menjadi ruang belajar bagi ribuan generasi muda Indonesia untuk mengembangkan kepemimpinan, memperluas jejaring, meningkatkan kemampuan komunikasi, membangun proyek sosial, mengenal dunia industri, hingga mendapatkan pengalaman lintas budaya yang mungkin tidak mereka peroleh di ruang kelas.

Namun, bagi Kak Ilham, pencapaian terbesar bukanlah jumlah peserta, jumlah program, ataupun seberapa jauh IYEN berkembang.

Pencapaian terbesar adalah ketika melihat seorang peserta yang awalnya tidak percaya diri akhirnya berani berbicara di depan banyak orang.

Ketika seorang pelajar yang sebelumnya ragu terhadap masa depannya akhirnya memiliki tujuan hidup yang lebih jelas.

Ketika seorang mahasiswa yang takut mencoba akhirnya berani mengambil kesempatan pertama dalam hidupnya.

Dan ketika seorang anak muda pulang dari sebuah program dengan keyakinan baru bahwa ia mampu memberikan dampak bagi lingkungannya.

Itulah alasan mengapa IYEN terus ada.

Bukan hanya untuk menyelenggarakan kegiatan, tetapi untuk membantu melahirkan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.

Dalam setiap kesempatan, Kak Ilham selalu mengingatkan bahwa tidak ada waktu yang benar-benar sempurna untuk memulai.

Banyak orang gagal bukan karena kurang pintar, tetapi karena terlalu lama menunggu.

Menunggu merasa siap.

Menunggu memiliki pengalaman.

Menunggu kondisi yang ideal.

Padahal, kesempatan sering kali datang kepada mereka yang berani mengambil langkah pertama.

Karena itulah lahir sebuah gerakan yang kini dikenal oleh banyak anak muda Indonesia:

MulaiAjaDulu

Bagi Kak Ilham, #MulaiAjaDulu bukan sekadar slogan. Ini adalah filosofi hidup.

Mulai belajar, meskipun belum menguasai semuanya.

Mulai mencoba, meskipun masih banyak rasa takut.

Mulai membangun relasi, meskipun belum mengenal siapa pun.

Mulai mengambil peluang, meskipun hasilnya belum pasti.

Sebab tidak ada perjalanan besar yang dimulai dengan langkah yang sempurna. Semua perjalanan hebat selalu dimulai dari keberanian untuk mengambil satu langkah kecil.

Sejalan dengan prinsip hidupnya, "Fortis Fortuna Adiuvat"keberuntungan berpihak kepada mereka yang berani — Kak Ilham terus mengajak generasi muda Indonesia untuk tidak takut bermimpi lebih besar, mencoba lebih banyak hal, dan menciptakan lebih banyak dampak.

Ia percaya bahwa Indonesia memiliki begitu banyak talenta luar biasa. Yang sering kali dibutuhkan bukanlah kemampuan yang lebih tinggi, melainkan kesempatan yang lebih luas dan keberanian untuk memanfaatkannya.

Melalui IYEN, Kak Ilham berharap semakin banyak anak muda yang dapat merasakan pengalaman yang mengubah cara berpikir mereka, memperluas jaringan pertemanan, membangun karakter kepemimpinan, dan kembali ke daerah masing-masing sebagai agen perubahan.

Karena dunia membutuhkan lebih banyak anak muda yang berani mengambil langkah pertama.

Dan semua itu selalu dimulai dari satu keputusan sederhana.

#MulaiAjaDulu.