Daftar Isi [Sembunyikan]

Yogyakarta — Prestasi membanggakan diraih Mohamad Risqi Indrayana, S.Pd., S.Sos., M.M., mahasiswa Program Doktoral Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia berhasil meraih penghargaan Best Delegate sebanyak dua kali dalam dua rangkaian program Indonesian Youth Excursion Network (IYEN), masing-masing pada tingkat nasional dan internasional.

Pencapaian tersebut diraih dalam dua program yang diselenggarakan pada tahun 2026.

Penghargaan pertama diraih dalam IYEN National Leaders Chapter Yogyakarta yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026. Program ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, membangun jejaring, serta mengikuti berbagai aktivitas pengembangan diri dan kolaborasi.

Dalam rangkaian program tersebut, Mohamad Risqi Indrayana berhasil memperoleh predikat Best Delegate, sebagai salah satu bentuk apresiasi atas performanya selama mengikuti program.

Tidak berhenti pada pencapaian di tingkat nasional, Risqi kembali meraih penghargaan yang sama dalam IYEN Chapter Kuala Lumpur Malaysia Chapter 28 yang berlangsung pada 22–25 September 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Keberhasilan meraih Best Delegate untuk kedua kalinya menunjukkan konsistensi performa Risqi dalam mengikuti program IYEN, sekaligus memperlihatkan kemampuannya untuk beradaptasi dalam lingkungan kegiatan yang memiliki cakupan lebih luas dan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang.

Dari Yogyakarta hingga Kuala Lumpur

Dua penghargaan tersebut menjadi pencapaian yang menarik karena diraih dalam dua konteks berbeda. Penghargaan pertama diperoleh dalam program National Leaders Chapter Yogyakarta, sementara penghargaan kedua diraih dalam program IYEN Chapter Kuala Lumpur Malaysia.

Dengan demikian, dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, Risqi berhasil mencatatkan dua pencapaian sebagai Best Delegate, baik dalam program nasional maupun internasional.

Latar belakang Risqi sebagai mahasiswa Doktor Ilmu Manajemen UMM turut memberikan konteks akademik pada perjalanan pengembangan dirinya. Pendidikan pada jenjang doktoral menuntut kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kepemimpinan akademik yang kemudian dapat diperkuat melalui pengalaman di berbagai forum dan kegiatan kepemudaan.

Pencapaian ini juga menjadi gambaran bahwa pengembangan kapasitas tidak hanya berlangsung melalui ruang akademik. Pengalaman mengikuti program kepemudaan, membangun jejaring, berkolaborasi dengan peserta dari berbagai daerah maupun negara, serta terlibat dalam aktivitas lintas budaya dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi kepemimpinan.

Dua kali meraih Best Delegate dalam program IYEN pada tahun 2026 menjadi catatan prestasi tersendiri bagi Mohamad Risqi Indrayana, sekaligus menambah pengalaman dalam perjalanan akademik dan profesionalnya sebagai mahasiswa Doktor Ilmu Manajemen.

Capaian di Yogyakarta dan Kuala Lumpur tersebut menjadi bukti bahwa ruang belajar dan pengembangan diri dapat hadir di berbagai tempat—baik di lingkungan akademik maupun melalui pengalaman kepemimpinan di tingkat nasional dan internasional.